Wakil rakyat DPRD Provinsi maupun DPR-RI sepertinya sedang reses. Seperti biasa, mereka pulang kampung sekaligus serap aspirasi di dapil masing-masing. Di Jember ada Miftahul Ulum, anggota legislatif DPRD Provinsi Jawa Timur. Lalu Ada Taufiqul Hadi, Bambang Hariadi, dan Cak PurĀ angota DPR-RI dari dapil Jember- Lumajang.
Begitulah, bagi wakil rakyat mengunjungi konstituen di dapil masing-masing adalah hal penting. Syukur kalau kehadiran mereka di dapil masing-masing bukan sekadar mengabari apa saja mereka sudah kerjakan. Juga bukan sekedar mengabarkan dinamika politik yang sedang berlangsung di parlemen. Lebih dari itu, kehadiran wakil rakyat di dapil masing-masing diharapkan menghimpun aspirasi lalu memperjuangkan aspirasi itu di parlemen. Sebab, dulu ketika pemilu, rakyat memilih pasti disertai harapan. Harapan bahwa aspirasi dan kepentingan mereka diperjuangkan di parlemen.
Juga syukur kalau setiap kali masa reses para wakil rakyat mengunjungi konstituen di dapilnya. Sebab, dalam banyak hal, orang pusat melihat daerah dengan mata Jakarta, mendengar daerah dengan telinga Jakarta. Sedemikian rupa sehingga apa-apa dirumuskan berdasarkan tafsir Jakarta. Kebijakan dan keputusan jadi sangat teknokratis.
Hingga di sini mulai jelas, kunjungan wakil rakyat ke dapil masing-masing mempunyai arti penting. Wakil rakyat bisa melihat, mendengar, bahkan merasakan kebutuhan nyata konstituen dengan segenap aspek uniknya. Selanjutnya, para wakil rakyat membawa dan memperjuangkan aspirasi itu ke parlemen tempat aspirasi dirumuskan lalu dikonversikan menjadi kebijakan.
Karena itu, sekarang bergantung pada kesungguhan para wakil rakyat. Mereka berkunjung ke dapil masing-masing untuk benar-benar menyerap aspirasi lalu memperjuangkannya, atau hanya sekadar memenuhi formalitas untuk menggenapi syarat adminsitratif bagi cairnya anggaran reses yang sumbernya dari kantong rakyat.
(Aga)
