Merugi Miliaran Rupiah, Petani Tembakau Mengadu ke Pemkab dan DPRD Jember

DEMO PETANI TEMBAKAU

Para petani tembakau saat berunjuk rasa di bundaran DPRD Jember.

Jember Hari Ini – Ratusan petani tembakau yang tergabung Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI), berunjukrasa di depan Kantor Pemkab dan DPRD Jember. Mereka mengeluhkan harga tembakau yang sejak beberapa tahun terakhir anjlok.

Ketua APTI Jember, Suwarno, pada musim tanam tahun 2014 lalu, harga tembakau Na Oogst tanaman awal dan Na Oogst tradisional anjlok. Dari harga yang seharusnya Rp 1 juta hingga Rp 2 juta per kuintal, anjlok jadi 50 maksimal Rp 100 ribu.

Anjloknya harga tembakau tersebut, kata Suwarno, disebabkan sejumlah perusahaan tembakau saat musim tanam menyewa tanah kemudian melakukan penanaman. Akibatnya, tanaman tembakau milik petani dibeli dengan harga murah. Total kerugian petani tembakau tembus Rp 85 miliar.

Di gedung Pemkab, perwakilan petani kemudian ditemui Asisten 2 Pemkab Jember, Thamrin, dan Kepala Dinas Perkebunan dan Kehutanan Jember, Masykur. Thamrin, di hadapan perwakilan petani mengaku sudah mengirimkan surat kepada 20 perusahaan tembakau untuk mematuhi Perda Nomor 7 Tahun 2013 tentang tata niaga tembakau. Perusahaan tidak boleh menanam tembakau sendiri, melaporkan rencana pembelian dan penjualan kepada Bupati, serta wajib melakukan kemitraan dengan petani atau kelompok tani.

Sementara itu Ketua Komisi B DPRD Jember, Bukri, mengaku akan menindaklanjuti keluhan petani tersebut. Pekan depan, perwakilan petani tembakau akan diundang kembali untuk rapat dengar pendapat dengan Disperindag, Dinas Pertanian dan Dinas Kehutanan dan Perkebunan. (Fathul-Win)

Comments are closed.