Jember Hari Ini – Indonesia mengalami kesulitan menembus pasar tembakau Cina secara langsung, meskipun saat ini Indonesia merupakan pemasok tembakau terbesar ke Cina. Upaya pembentukan konsorsium yang difasilitasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur sejak tahun lalu, belum membuahkan hasil.
Ketua Indonesian Tobbaco Assosiation, Kuncoro, menjelaskan, tembakau Besuki Naoogst memiliki spesifikasi tersendiri yang sangat dibutuhkan untuk produk Cigar, sehingga mau tidak mau, semua negara yang memproduksi Cigar membutuhkan besuki Naoogst termasuk Cina. Hanya saja untuk masuk ke Cina, Indonesia harus menggunakan perantara negara lain. Untuk itulah, Pemprov Jatim memfasilitasi pembentukan konsorsium agar Indonesia bisa menembus pasar Cina secara mandiri. Namun, karena di Cina memakai sistem perdagangan monopoli, upaya tersebut hingga saat ini belum membuahkan hasil.
Lebih jauh Kuncoro menjelaskan, saat ini luas areal lahan tembakau di Jember mencapai 5 ribu hektar untuk memenuhi kebutuhan pasar Eropa dan Asia. Jika Indonesia mampu menembus pasar Cina tanpa perantara, bisa dipastikan jumlah tembakau yang masuk jauh lebih besar, sehingga bisa dilakukan perluasan areal tanam. (Sigit)
