Mulai banyak tengkulak beras dari luar daerah berbondong-bondong memborong gabah dan beras di jember, membeli dengan harga lebih mahal.
Sementara Kepala Bulog Sub Divre Jember, Yulistyo menghimbau petani agar tidak menjual gabah dan berasnya, dibawah harga yang sudah ditetapkan pemerintah.
Menurutnya, bulog juga terus melakukan sosialisasi, tentang kenaikan harga penetapan pemerintah atau HPP gabah, agar tidak menjadi keluhan petani.
Diberitakan Prosalina FM sebelumnya, pada awal musim panen raya padi maret lalu, sejumlah petani mengeluh, karena harga gabah justru anjlok.
Ia berharap, petani tidak tertipu oleh tengkulak, sehingga menjual gabah atau beras, dibawah harga yang ditetapkan pemerintah.
Berdasarkan intruksi presiden nomor 5 tahun 2015, harga gabah kering panen atau GKP dengan kadar air 25 persen dan hampa kotoran 10 persen, adalah 3 ribu 700 rupiah di tingkat petani.
Sedangkan harga gabah kering giling atau GKG dengan kadar air 14 persen dan hampa kotoran 3 persen, adalah 4 ribu 600 rupiah di penggilingan, dan 4 ribu 650 rupiah di bulog. Fathul
