Jember Hari Ini – Ketua Komisi D DPRD Jember persoalkan kegiatan yang diduga melibatkan lembaga pendidikan swasta dibawah Kementerian Agama ke arah politik praktis pelaksanaan pilkada.
Ketua Komisi D DPRD Jember, Mohammad Hafidzi, menegaskan, dirinya menerima informasi beredarnya undangan kegiatan salah satu komunitas pendidikan swasta yang melibatkan salah satu Calon Bupati. Seharusnya, lanjut Hafidzi, lembaga pendidikan baik swasta maupun negeri bersikap netral dalam pelaksanaan pilkada. Mereka sebaiknya fokus untuk mengembangkan pendidikan. Untuk itulah, lanjut Hafidzi, pihaknya akan segera melakukan klarifikasi secara langsung kepada kepala Kantor Kementerian Agama terkait beredarnya undangan kegiatan yang mengarah ke politik praktis.
Sementara Kepala Kantor Kementerian Agama Jember Rosyadi Badar ketika dikonfirmasi melalui telepon selulernya, membantah jika mengarahkan lembaga pendidikan terhadap salah satu pasangan calon. Bahkan, kata Rosyadi, dalam setiap kesempatan rapat koordinasi dirinya telah meminta kepada seluruh PNS untuk bersikap netral, dengan tidak terlibat dukung mendukung salah satu pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati.
Rosyadi juga membantah turut mengundang dalam acara tersebut, meskipun dalam undangan namanya tercantum sebagai turut mengundang. Jika memang dianggap berpotensi menimbulkan persoalan menurut rosyadi, acara tersebut bisa saja dibatalkan.
Lebih lanjut Rosyadi menjelaskan, jika memang kepala Kanwil Kementerian Agama Jawa Timur sebagai pemateri dalam acara tersebut, dirinya akan memberitahukan kepada Kanwil bahwa acara tersebut di Jember masih menimbulkan persoalan. (Win)
