Jember Hari Ini – Harga cabe merah di tingkat petani anjlok drastis, dari Rp 10 ribu menjadi hanya Rp 1.000 hingga Rp 1.500 per kilogram. Penyebabnya, selain produksi melimpah, beberapa industri mengurangi bahkan menghentikan pembelian cabe petani.
Ketua Asosiasi Agribisnis Cabe Indonesia Kabupaten Jember, Edi Suryanto, menyatakan, anjloknya harga cabe merah besar itu terjadi sejak seminggu terakhir. Salah satu penyebabnya, industri makanan kemasan menghentikan pembelian langsung dari petani. Anjloknya harga cabe tersebut, lanjut Edi, tidak berpengaruh terhadap cabe petani yang sudah menjalin kemitraan dengan industri. Sebab, harga jual di tingkat petani masih sesuai kontrak, yaitu Rp 8.500 per kilogram. Sayangnya, hanya sekitar seribu hektar areal tanam cabe yang menjalin kemitraan dengan industri, dan seribu hektar lebih lainnya bertani mandiri tanpa kemitraan. Ketua Koperasi Lestari itu berharap pemerintah segera mencarikan solusi terhadap anjloknya harga cabe merah besar tersebut.
Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jember, Ahmad Bunyamin, menilai anjloknya harga cabe merah besar kali ini merupakan mekanisme pasar yang wajar‎ ketika produksi melimpah. Oleh sebab itu, Bunyamin mengingatkan kepada petani sebaiknya menjalin kemitraan dengan industri agar mendapatkan kepastian harga di pasaran. (Fathul)
