Audiotorial “Raperda dan APBD”

KETUA DPRD - THOIF ZAMRONI

Ketua DPRD Jember, Thoif Zamroni.

DPRD Jember hari ini menggelar rapat paripurna pengesahan 6 Raperda. Jika sesuai jadwal, keenam Raperda itu bisa rampung akhir November, sehingga seperti harapan Ketua DPRD Jember, Pak Thoif Zamroni, Raperda bisa segera disosialisasikan. Lalu, pada tahun 2016 keenam Raperda tersebut bisa diimplementasikan.

Syukurlah, apresiasi terhadap dewan bukan cuma karena bekerja sesuai jadwal, tetapi lebih dari itu dewan bisa menjalin komunikasi secara apik dengan eksekutif pada masa transisi. Dengan kata lain, roda pemerintahan berjalan sebagaimana mestinya meski Jember dipimpin PJ Bupati.

Yang kedua, kalau tidak keliru beberapa dari enam Raperda itu merupakan persyaratan bagi pembahasan, bahkan pencairan APBD. Prerequisite kata orang pintar. Maksudnya, jika Jember tidak memiliki Perda itu, maka ada beberapa dana pusat yang tidak bisa dicairkan. Konon nilainya lumayan besar.

Begitulah, dewan, dan tentu juga eksekutif, sudah memperlihatkan pemahaman bersama bahwa di sana ada kepentingan yang lebih besar yang tidak boleh dikalahkan, taruh umpamanya, oleh perbedaan dukungan terhadap pasangan calon peserta pilkada. Dewan dan eksekutif juga telah memperlihatkan bahwa tidak ada agenda yang bisa mengalahkan pembahasan RAPBD menjadi APBD. Sebab, urusannya menyangkut hajat sekitar 2,5 juta rakyat.

Lebih dari semua itu, jauh sebelumnya, dewan juga menyediakan ruang bagi pasangan Calon Bupati terpilih untuk tetap bisa mengimplementasikan visi misinya, yakni pada Perubahan APBD.

Nah, sekali lagi, kelancaran pembahasan Raperda dan RAPBD mencerminkan kedewasaan legislatif dan eksekutif. Kedua lembaga ini sama-sama berangkat dari semangat bagaimanapun situasinya roda pemerintahan dan pembangunan harus tetap berjalan. The show must go on kata orang pintar: Pertunjukan harus tetap berlanjut. (Aga)

 

 

 

 

Comments are closed.