Jember Hari Ini – Tingkat partisipasi masyarakat dalam pilkada Jember 9 Desember lalu cukup rendah. Bahkan, Kabupaten Jember masuk peringkat ke-5 dengan tingkat partisipasi terendah se-Indonesia. Demikian hasil catatan Jaringan Pendidikan Pemilih Rasional (JPPR).
Koordinator JPPR wilayah Jember, Multazam, menyebutkan, salah satu penyebab tingginya angka golput di Jember, akibat lemahnya sosialisasi yang dilakukan oleh penyelenggara pemilu. Selain itu, akibat keengganan pemilih yang sering melihat pejabat negara melakukan korupsi.
JPPR menilai sosialisasi pilkada khususnya di desa-desa nyaris tidak pernah ada. Sosialisasi hanya dilakukan di kota dan pada kelompok-kelompok tertentu. Bahkan, peran partai politik pengusung Calon Bupati dan Wakil Bupati untuk melakukan sosialisasi, juga sangat rendah. Sehingga ikut menyokong rendahnya tingkat partisipasi pemilih dalam pilkada.
Sebagaimana rekapitulasi suara hasil pilkada tingkat kabupaten, Kamis (17/12/2015) sore, partisipasi pemilih dalam pemungutan suara 9 Desember lalu hanya 52 persen. Sebelumnya anggota KPU Kabupaten Jember, Ahmad Hanafi, mengaku sudah berupaya maksimal melakukan sosialisasi. Meski demikian, ia juga mengakui KPU tidak mungkin menjangkau seluruh wilayah tanpa adanya peran serta partai politik dan kelompok masyarakat lainnya. (Fath)

