Jember Hari Ini – Tim gabungan Polsek Wuluhan dan Perhutani, Sabtu siang kembali menutup sejumlah lubang bekas galian tambang liar di kawasan Gunung Manggar. Meski tidak berhasil menangkap pelaku, tim gabungan berhasil menemukan sejumlah peralatan milik penambang.
Tim yang dipimpin Asisten Perhutani KRPH Wuluhan, Sutiono, ini berhasil mengamankan peralatan milik penambang diantaranya genset dan dinamo berukuran besar di sebuah lubang berkedalaman 70 meter. Namun karena medannya menuju lokasi cukup berat, polisi dan pihak Perhutani memutuskan memusnahkan peralatan tersebut dengan cara dibakar di tempat.
Menurut Sutiono, dari sekitar 2 ribu lebih lubang bekas galian tambang liar di Gunung Manggar, 80 lubang diantaranya sudah ditutup oleh petugas. Sutiono berjanji akan terus melakukan operasi dan penutupan penambangan liar ini secara bertahap sesuai dengan kemampuan personil yang ada.
Dari pantauan di lapangan, ketika petugas melakukan operasi, tidak ada satupun penambang liar yang sedang melakukan aktivitasnya. Menurut Sutiono, ketika mengetahui ada petugas memasuki kawasan hutan, para penambang seketika menghentikan aktivitasnya dan kabur.
Menurut informasi warga, aktivitas penambangan liar biasanya dilakukan di malam hari. Mereka menggunakan genset sebagai penggerak dinamo untuk menghancurkan batuan sekaligus sebagai alat penerangan. Setelah berhasil mengambil sejumlah batuan yang diyakini mengandung emas, para penambang menyembunyikan genset dan dinamo di dalam lubang berkedalaman puluhan meter. Di sepanjang jalan setapak menuju kawasan penambangan liar tersebut juga terlihat lahan-lahan parkir dadakan, serta sejumlah warung makan untuk melayani kebutuhan para penambang liar. (Fath)

