Jember Hari Ini – Warga Dusun Sumberdandang Desa Kertosari Kecamatan Pakusari mengeluhkan penarikan biaya Rp 5 ribu untuk biaya fogging atau pengasapan dari Puskesmas Pakusari. Pasalnya, menurut warga Sumberdandang, Didik Haryanto, sudah ada 10 orang warga Dusun Sumberdandang yang terjangkit demam berdarah.
Ketika mengantar anaknya menjalani perawatan di puskesmas, Didik meminta petugas puskesmas melakukan fogging di wilayah Sumberdandang. Namun petugas di Puskesmas Pakusari meminta warga melakukan fogging secara swadaya, dengan membayar Rp 5 ribu setiap Kepala Keluarga. Menurut Didik, warga Sumberdandang termasuk golongan ekonomi menengah kebawah, sehingga tidak mungkin diminta membayar biaya fogging, karena untuk berobat saja mereka kesulitan.
Sementara menurut Kepala Humas Dinas Kesehatan Jember, Yumarlis, uang tersebut murni digunakan untuk biaya pembelian bahan bakar untuk operasional mesin fogging. Proses fogging membutuhkan solar untuk campuran obat sinop. Selain itu, proses fogging juga membutuhkan BBM berupa bensin untuk menjalankan mesin.
Hingga saat ini di Dinas Kesehatan hanya menyediakan cairan sinop, tidak menyediakan anggaran untuk pembelian solar dan bensin. Karena itu, Dinas Kesehatan membutuhkan swadaya masyarakat untuk operasional mesin fogging. Biasanya sekali fogging yang menjangkau sekitar 80 rumah, membutuhkan biaya antara Rp 3-5 ribu per KK. (Hana)

