Jember Hari Ini – Wakil Bupati Kabupaten Jember, Abdul Muqit Arief, berencana melakukan sosialisasi ke seluruh pesantren di Jember untuk mengantisipasi ajaran radikal. Apalagi diberitakan sebelumnya, seorang ibu mengeluhkan anaknya yang duduk di bangku SMK terjerat ajaran radikalisme. Akibatnya, pelajar SMK ini enggan sekolah dan menyatakan keinginannya melakukan jihad ke palestina. Bahkan siswa smk ini mulai menjaga jarak dengan keluarganya, dan lebih dekat dengan guru ngajinya.
Menurut Muqit Arief, pendekatan kepada pesantren merupakan kebutuhan mendesak karena jumlah pesantren di Jember sangat banyak. Selain itu, pesantren juga memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan warga Jember. Muqit Arif berharap, ajaran yang disampaikan pesantren tidak memicu timbulnya konflik dalam keluarga dan di tengah masyarakat. Kedepan masyarakat Jember harus mengoptimalkan fungsi masjid dan musholla sebagai sarana pembelajaran agama.
Sementara Kepala Bakesbangpol Pemkab Jember, Widi Prasetyo, menegaskan, Bakesbangpol sudah melakukan pencegahan paham radikalisme dengan membentuk kader bela negara. Menurut Widi, Kabupaten Jember berpotensi disusupi ajaran radikalisme karena masyarakatnya sangat homogen. Bakesbangpol berharap masyarakat langsung melapor jika mengetahui potensi paham radikal di wilayahnya. (Fian)

