Dalam kampanye janji politik adalah sesuatu yang jamak. Calon anggota parlemen, calon presiden dan calon kepala daerah, ketika kampanye hampir bisa dipastikan akan menebar janji. Mereka yang melontarkan janji politik saat kampanye bukan berarti berniat bohong. Yang masyarakat belum biasa barangkali adalah mendokumentasikan janji-janji itu secara baik. Selain itu, juga belum ada mekanisme taruh misalnya menagih atau mengingatkan janji politik.
Janji politik biasanya juga terputus seiring dengan pergantian pemimpin. Apalagi janji politik yang belum terwujud. Jadi, kalau pemimpin terdahulu tidak mewujudkan janji politiknya, biasanya publik tidak bisa berharap janji itu terpenuhi ketika pemimpin yang berkuasa sudah berganti.
Begitulah, sekali lagi, janji politik adalah jamak, lumrah. Mereka yang dulu ketika kampanye mengumbar janji juga belum tentu berniat melakukan kebohongan. Maka yang bisa ditawarkan di sini adalah gagasan tentang mendokumentasikan janji politik, entah itu janji politik anggota dewan atau kepala daerah. Ketiadaan dokumentasi yang baik berpotensi menimbulkan memori pendek. Pemimpin dan masyarakat sama-sama dengan cepat melupakan janji. Soal teknis bisa dipikirkan kemudian, yang penting gagasan tentang dokumentasi janji politik disepakati bersama.
Selain dokumentasi politik, mekanisme mengingatkan janji yang pernah dilontarkan politisi juga patut dipikirkan. Bisa saja mekanismenya berupa penyampaikan secara terbuka di ruang publik. Atau, bisa juga Dewan memfasilitasi publik yang ingin menagih serta mengingatkan janji politik pemimpin.
Secara moral, janji politik memang harus dipenuhi. Tetapi, sejauh ini belum ada pemimpin yang dimakzulkan gara-gara tidak memenuhi janji politik yang pernah dilontarkan saat kampanye. Tetapi jangan lupa, mengingkari janji, sekecil apapun, pasti membawa konsekuensi. Konsekuensinya adalah merosotnya kepercayaan publik. Mengingkari janji juga berisiko melahirkan apatisme publik. Pada saat masyarakat apatis, maka jangan harap pemimpin bisa memobilisasi masyarakat untuk mendukung kebijakan pemimpin. (Aga)
