Jember Hari Ini – Sejumlah petani lebih memilih menjual padi kepada tengkulak daripada kepada Bulog karena pembelian dari tengkulak lebih mahal dari Harga Penetapan Pemerintah (HPP). Harga penjualan padi kepada tengkulak sekitar 4 ribu rupiah per kilogram, sementara HPP yang hanya Rp 3.700 per kilogram.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jember, Hari Wijayadi, mengaku tidak bisa melarang petani menjual padi kepada tengkulak dan mewajibkan menjual kepada Bulog karena petani mengharapkan keuntungan lebih. Apalagi biaya produksi tanaman padi lumayan besar. Saat penyuluhan pertanian, petani selalu meminta pemerintah menaikan HPP untuk menutupi biaya produksi padi.
Sementara itu Kepala Bulog Divre Jember, M Khozin, saat rapat koordinasi serapan gabah di aula Kodim 0824 Jember menegaskan, meski sudah 90 persen panen raya, Bulog baru menyerap 14,5 persen gabah petani, atau sekitar 10.901 ton dari target 75 ribu ton setahun. Bulog berharap petani maupun pengusaha penggilingan padi, bekerjasama membuat kontrak untuk menjual padinya kepada bulog. (Fath)

