Jember Hari Ini – Ketua DPRD Jember, Thoif Zamroni, menyayangkan aksi pemukulan yang dilakukan polisi dan Satpol PP kepada sejumlah aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang melakukan demo di Pemkab Jember, Senin pagi. Namun, Thoif juga mengaku heran dengan sikap bupati yang tidak mau menemui mahasiswa hingga terjadi pemukulan dan ada beberapa mahasiswa yang menjadi korban.
Menurut Thoif, demo mahasiswa merupakan bentuk pengawalan untuk menyampaikan keluhan dan aspirasi masyarakat yang tinggal di Kecamatan Silo. Selain itu, di dunia demokrasi, seharusnya semua elemen masyarakat diperbolehkan untuk menyampaikan aspirasinya dan aparat keamanan seharusnya menjaga masayarakat, bukan malah melakukan tindakan kekerasan yang menyebabkan adanya korban.
Thoif berharap bupati tidak melakukan diskriminasi terhadap semua elemen masyarakat yang sedang menyampaikan aspirasi. (Fian)

