Human Right Watch Sayangkan Banyak Pekerja Anak Perkebunan Tembakau

PEKERJA ANAK PERKEBUNAN TEMBAKAU

Pekerja anak perkebunan tembakau.

Jember Hari Ini – Perusahaan yang membeli tembakau di Indonesia secara tidak langsung telah diuntungkan dari pekerjaan berbahaya yang dilakukan anak di perkebunan tembakau.

Menurut peneliti dari Human Right Watch, Andreas Harsono, ada ribuan bahkan puluhan ribu anak yang dipekerjakan oleh petani tembakau di seluruh Indonesia. Data ini hasil penelitian Human Rights Watch mulai September 2014 lalu. Human Right Watch telah mewawancari 132 pekerja anak di perkebunan tembakau di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Nusa Tenggara Barat.

Hasil penelitian Human Right Watch selama 2 tahun, terungkap kisah anak-anak yang mengeluh kesakitan dan putus sekolah karena membantu orang tuanya bekerja di kebun tembakau. Buruh anak ini dipekerjakan mulai proses penanaman, menyiangi, melakukan penyemprotan pestisida, mencari ulat, hingga proses memanen dan menyimpan di gudang tembakau. Banyak orang tua yang tidak menyadari bahaya anak-anak bersentuhan dengan tembakau. Mereka terpapar nikotin dalam jumlah besar secara terus-menerus. Akibatnya, mereka muntah-muntah, pening, bahkan ada yang kulitnya terbakar akibat terpapar getah tembakau.

Human Right Watch telah melayangkan surat kepada sejumlah perusahaan rokok agar mereka mau mengawasi suplai tembakau yang melibatkan pekerja anak. Sayangnya respon perusahaan rokok tersebut kurang memadai. Bahkan sejumlah perusahaan rokok nasional justru tidak pernah merespon surat tersebut. Human Right Watch meminta perusahaan rokok mencontoh perusahaan kelapa sawit yang saat ini memiliki regulasi yang tegas terkait pekerja anak. Perusahaan kelapa sawit tidak akan menerima hasil kebun yang melibatkan pekerja anak. (Ida)

 

 

Comments are closed.