Jember Hari Ini – Badan Pusat Statistik (BPS) Jember memperpanjang sensus ekonomi hingga Rabu 15 Juni mendatang.
Kepala BPS Jember, Indria Purwaningsih, menegaskan, kebijakan ini terpaksa diterapkan karena ada beberapa pihak yang keberatan memberikan data atau belum terdata oleh Petugas Pencacah Lapangan (PCL). BPS akan mengecek sejumlah rumah yang belum terjangkau saat pelaksanaan sensus ekonomi.
Indria menjelaskan, sensus ekonomi kali ini dilakukan terhadap 5.874 blok sensus yang tersebar di 31 kecamatan. Ada sejumlah responden dalam blok sensus tersebut yang belum mengisi formulir pendataan sensus ekonomi. Selain itu, beberapa instansi enggan disensus diantaranya, perbankan, perusahaan perkebunan, advokat, dan pusat layanan operator komunikasi seluler. Sejumlah pelaku usaha memiliki banyak alasan dan tidak kooperatif saat proses sensus dilakukan.
BPS Jember melibatkan sekitar 3.400 orang Petugas Pencacah Lapangan (PCL) untuk melakukan sensus ekonomi dengan sasaran 5.874 blok sensus yang tersebar di 31 kecamatan di Jember. Sensus ekonomi dilakukan untuk mendapatkan potret utuh perekonomian bangsa sebagai landasan penyusunan kebijakan perencanaan pembangunan nasional maupun regional. (Fit)

