Jember Hari Ini – Jelang penerimaan siswa baru, konsep pendidikan gratis yang dicanangkan Bupati Faida belum juga jelas.
Kepala SMKN 4 Jember, Agus Budiarto, mengaku belum menerima konsep pendidikan gratis dari tingkat Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Negeri yang menjadi bagian dari 22 janji kerja bupati. Agus mengatakan terakhir dipanggil oleh pihak Pemkab hanya sebatas adanya sosialisasi pendidikan gratis dan belum ada kelanjutannya.
Agus menambahkan, jika hingga penerimaan siswa baru masih belum ada kejelasan dari Pemkab, maka pihak sekolah tetap meminta biaya kepada siswa yang berangkat dari keputusan sekolah dengan komite. Uang tersebut digunakan untuk membayar gaji pegawai dan guru tidak tetap di sekolah dan setiap sekolah pasti menggunakan konsep yang sama.
Melalui laman facebooknya yang diunggah pada 5 Maret 2016 lalu, Bupati Faida mengatakan bahwa ”Mulai ajaran baru tahun ini, pendidikan akan digratiskan hingga tingkatan SMA, SMK. Namanya gratis ya benar-benar gratis. Dilarang ada pungutan atau tarikan lain dengan alasan dan bentuk apapun. Sekolah dilarang melakukan tarikan baik untuk uang gedung atau tarikan dalam bentuk lainnya. Keperluan sekolah akan dianggarkan secara transparan melalui APBD tanpa harus memberatkan siswa atau orang tua siswa. Dispendik akan membuat surat edaran ke semua kepala sekolah. Jika ada yang melanggar akan dapat sanksi tegas. Mari kita kawal bersama agar pendidikan gratis ini benar-benar terlaksana. Semoga Allah meridhoi langkah kita.”
Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Negeri, Saiful Bahri, mengatakan, sekolah-sekolah SMP mulai belajar tidak memungut dana apapun dari wali murid. Namun demikian, seluruh kegiatan siswa di sekolah akan menyesuaikan dengan kondisi keuangan sekolah. Sejauh ini, belum ada surat edaran dari Dinas Pendidikan terkait teknis pemberlakukan pendidikan gratis. (Fian)

