Masalah Kerakyatan Muncul di Paripurna Pandangan Umum Fraksi

Saat rapat paripurna pandangan umum fraksi terhadap Nota Pengantar Perubahan APBD, Fraksi PDI Perjuangan Indonesia Raya melalui juru bicaranya, Qosidah, meminta bupati menambah anggaran layanan kesehatan untuk warga meskin yang tidak masuk Jamkesmas menjadi 7 milyar rupiah, serta mendata ulang jumlah warga penerima Jamkesda, pembangunan Pasar Kencong, serta menata ulang arus dalam kota yang setiap hari macet.
 
Sementara Fraksi PKS melalui juru bicaranya, Lilik Ni’amah, menyoroti tentang tingginya buta aksara yang menempati rangking pertama nasional, serta anjloknya harga tembakau yang merugikan para petani. Selain itu Fraksi PKS berharap dana Jampersal segera dicairkan supaya tidak memperngaruhi profesional bidan.
 
Sementara Fraksi Kebangkitan Bangsa dengan juru bicara, Muhammad Hafidzi, menyoroti anjloknya pendapatan APBD tahun ini bila dibanding tahun 2011. Dalam Nota Pengantar Keuangan Perubahan APBD Tahun 2012 ada kenaikan pendapatan sebesar 89 milyar rupiah lebih. Sementara kenaikan APBD tahun 2011 sebesar 103 milyar rupiah.

Yang lebih disayangkan dana perimbangan turun 53 milyar rupiah. Sementara peningkatan belanja tahun ini naik menjadi 219 milyar rupiah. Padahal kenaikan belanja tahun 2011 sekita 132 milyar rupiah.

Fraksi PKB juga mempertanyakan kecilnya retribusi KTP yang masuk Kasda, serta meminta Pemkab memperbaharui data kemiskinan setiap tahun. (Hafit)

Comments are closed.