Asosiasi Agribisnis Cabe Indonesia Memprediksi Harga Cabe Di Jember Merangkak Naik

1. newsKarena banyak petani cabe yang gagal panen, Asosiasi Agribisnis Cabe Indonesia memprediksi mulai Agustus hingga Oktober mendatang, harga cabe di Kabupaten Jember merangkak naik.

Ketua Asosiasi Agribisnis Cabe Indonesia, Edy Suryanto menyebutkan, di Kecamatan Bangsalsari saja, 75 persen tanaman cabe mati akibat curah hujan tinggi.

Edy memperkirakan bulan Agustus hingga Oktober mendatang, Kabupaten Jember akan mengalami kekurangan stock cabe, dan berpengaruh terhadap harga cabe di pasaran.

Bahkan untuk memenuhi kebutuhan lokal saja katanya,  harus ada suplai dari Kota Blitar dan Bojonegoro, karena komoditas cabe di Banyuwangi juga mengalami gagal panen.

Edy berharap, progam bantuan yang dikucurkan Pemerintah Pusat, benar-benar dikawal oleh Pemerintah Daerah.

Sebab berdasarkan informasi, Kementerian Pertanian sudah memberikan bantuan penanaman cabe seluas 75 hektar di Jember, namun hingga saat ini tidak ada kejelasan.(Fathul)

Comments are closed.