Jember Hari Ini – Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, tegas menolak rencana pemerintah pusat menutup 10 pabrik gula.
Soekarwo meminta pemerintah pusat melakukan komunikasi dengan Pemprov Jatim, karena 9 pabrik gula yang rencananya ditutup berada di wilayah Jawa Timur. Penutupan pabrik gula ini akan menimbulkan gejolak di tengah masyarakat. Selain banyak tenaga kerja yang akan di-PHK, penutupan pabrik gula dampaknya dirasakan secara langsung oleh petani tebu. Padahal, komoditi tebu menjadi salah satu andalan pertanian di Jawa Timur.
Menurut Soekarwo, untuk meningkatkan produksi gula nasional bukan dengan menutup pabrik gula, tetapi dengan dengan melakukan penataan dan perbaikan proses penanaman dan regulasi gula sehingga randemen tebu yang dihasilkan petani bagus. Selama ini persoalan utama yang dikeluhkan petani tebu adalah rendahnya rendemen tebu.
Sebelumnya Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) menilai rencana penutupan 10 pabrik gula oleh Kementerian BUMN sebagai upaya legitimasi kebijakan pemerintah melakukan impor gula. Sebanyak 10 pabrik gula yang akan ditutup diantaranya, PG Panji, PG Olean, PG Wringin Anom, PG Rejosari, PG Purwodadi, PG Toelangan, dan PG Watoetoelis. (Fian)
