Jember Hari Ini – Standar Nasional Indonesia (SNI) produk menjadi salah satu kunci memenangkan persaingan barang produk sehingga produknya bisa diterima masyarakat di era perdagangan bebas. Karena itu, Universitas Jember mendirikan Pojok SNI untuk mempermudah masyarakat tapal kuda mendapatkan informasi mengenai SNI.
Menurut Deputi Bidang Informasi dan Pemasyarakatan Standarisasi Badan Standarisasi Nasional (BSN), Eminingsih, Pojok SNI yang berada di Universitas Jember salah satu dari 15 Pojok SNI yang ada di perguruan tinggi di Indonesia. Pendirian Pojok SNI di Universitas Jember diharapkan mampu mendorong kontribusi para pakar di Universitas Jember di berbagai bidang. Dia mencontohkan produk tempe yang dikenal sebagai makanan khas Indonesia ternyata saat ini juga diproduksi negara lain. Perkembangan ini menuntut adanya standar pembuatan tempe yang bisa diterima oleh masyarakat dunia. Karena itu, dalam teknis penentuan standar pembuatan dan produksi tempe butuh pendapat dari para pakar, khususnya dari perguruan tinggi.
Rektor Universitas Jember, Mohammad Hasan, mengatakan, pihaknya gencar mendorong sivitas akademikanya agar mampu mengaplikasikan hasil penelitian menjadi produk yang nyata. Universitas Jember banyak memiliki produk penelitian yang juga perlu mengikuti aturan SNI agar bisa diterima oleh pasar. (Fit)

