Jember Hari Ini – Ratusan warga Desa Paseban Kecamatan Kencong, Rabu pagi, menggelar aksi menolak tambang dengan menanam 12 ribu tanaman mangrove di atas lahan seluas 40 hektar kawasan pantai Selatan.
Menurut Ketua Aliansi Masyarakat Peduli Lingkungan Desa Paseban Kecamatan Kencong, Harun Sucipto, penanaman mangrove ini merupakan penolakan terhadap rencana tambang pasir besi di Paseban. Dengan aksi penanaman mangrove tidak akan ada lagi isu penambangan pasir besi di pantai Paseban karena warga sepakat menolak berbagai bentuk aktivitas tambang di paseban. Jika ada pihak-pihak yang tetap bersikeras melakukan penambangan, masyarakat Paseban akan melawan.
Sementara Kepala Desa Paseban, Lasidi, mendukung kegiatan peyelamatan lingkungan dengan cara menanam tanaman mangrove yang dilakukan warga. Untuk mendukung kegiatan tersebut, dia juga memesan benih udang dan kepiting yang rencananya akan di lepas jika tanaman mangrove mulai tumbuh.
Diberitakan sebelumnya, isu tambang pasir besi Paseban kembali menghangat setelah investor tambang mengeluarkan surat pemberitahuan eksploitasi dan memberikan bantuan dana kepada desa dan sejumlah LSM. (Fath)
