Jember Hari Ini – Puluhan siswa Madrasah Aliyah Raudlatul Muta’alim Kelurahan Baratan Kecamatan Patrang, Rabu pagi, menggelar orasi perang sampah. Sambil berorasi, mereka memungut ceceran sampah di sepanjang jalur menuju sekolah.
Koordinator pelajar raudatul mutaalimin, abdul fani, sambil memegang megaphone meneriakkan pekik, sumpah membebaskan indonesia dari sampah. Menurutnya, banyaknya sampah terutama sampah plastik membuat kondisi tanah semakin hari kian tandus. Sampah-sampah plastik seolah mencekik dan mengikat unsur hara dalam tanah yang diperlukan tanaman. Akibatnya, tanah menjadi tandus dan tidak produktif. Aksi itu, kata Fani, merupakan tindak lanjut program sekolah yang mewajibkan siswa menabung sampah. Setiap hari Kamis mereka wajib membawa sampah plastik yang dikumpulkan dari rumah dan lingkungan sekitar.
Sementara itu, anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Hariyadi, yang menghadiri aksi para pelajar Raudatul Muta’alimin mengapresiasi kampanye yang dilakukan siswa tersebut. Menurutnya, gerakan perang terhadap sampah harus ditanamkan kepada para generasi muda agar program pemerintah menuju Indonesia bersih sampah pada tahun 2020 bisa terwujud.
Selain Bambang Haryadi, Dirjen Pemulihan Kontaminasi dan Tanggap Darurat Limbah Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Kori Purnamasari, juga hadir dalam peluncuran program pengembangan bank sampah tersebut. (Fath)

