Meski Melelahkan, Seluruh Peserta Napak Tilas KHR. As’ad Syamsul Arifin Tetap Antusias Sampai Garis Finish

newsJember Hari Ini – Kedatangan peserta napak tilas pahlawan nasional KHR. As’ad Syamsul Arifin di titik finish di wilayah Garahan disambut dengan pawai 1.000 obor, Selasa (15/11/2016) malam. Obor yang dibawa oleh ratusan siswa dan masyarakat itu dinyalakan di pinggiran hutan menuju Masjid Al-Kautsar di Desa Garahan Kecamatan Silo, mengiringi KH. Ahmad Azaim Ibrahimy, cucu dari KHR. As’ad Syamsul Arifin. Kyai Azaim kemudian langsung menuju lapangan Garahan dan memberikan ceramah agama.

Menurut panitia lokal napak tilas, Musawir, pawai obor ini untuk mengenang perjuangan kyai As’ad yang kala itu menggunakan lampu penerangan obor saat bergerak menuju Garahan.

Sementara salah seorang peserta napak tilas, anggota Banser Ledokombo, Muhammad, menyatakan, perjalanan menuju tempat penyerbuan tentara Jepang selama 2 hari itu cukup melelahkan. Medan saat itu tidak sebagus sekarang, namun Kyai As’ad dan pasukannya bisa mengusir penjajah dari negeri tercinta. Ia mengakui dan memuji semangat juang para pejuang kemerdekaan.

Sementara pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, KH. Ahmad Azaim Ibrahimy, menyampaikan terimakasih atas dukungan masyarakat luas sehingga acara berjalan lancar dan sukses. Ia menjelaskan bahwa Kyai As’ad adalah sosok santri yang setiap gerak dan langkahnya dijalankan atas perintah guru dan ulama. Beliau juga menghormati dan santun kepada setiap orang.

Napak tilas dibagi 2 rute, hari pertama dari Ponpes Raudlatul Ulum Sumber Wringin hingga Ponpes Miftahul Ulum Ledokombo. Hari kedua rute di mulai dari Ledokombo sampai Garahan dengan medan yang lebih sulit dibandingkan dengan hari pertama. Rute hari kedua melewati hutan sejauh sekitar 4 kilometer dan sempat diwarnai hujan lebat. Meskipun demikian, Kyai Azaim tetap memilih melanjutkan jalan kaki menuju garis finish padahal panitia menyediakan kuda tunggangan atau kendaraan bermotor. (Fit)

Comments are closed.