Kabupaten Jember Kembali Alami Inflasi di Bulan November

newsJember Hari Ini – Setelah pada bulan Oktober 2016 lalu Kabupaten Jember mengalami deflasi, pada bulan November Kabupaten Jember kembali mengalami inflasi. Bawang merah adalah komoditas yang menjadi penyumbang inflasi tertinggi di Kabupaten Jember.

Menurut Kepala BPS Jember, Indria Purwaningsih, Kabupaten Jember mengalami inflasi sebesar 0,31 persen atau terendah ketiga setelah Banyuwangi dan Surabaya. Dari 8 kota Indeks Harga Konsumen (IHK) di Jawa Timur seluruhnya mengalami inflasi. Inflasi tertinggi dialami Kabupaten Sumenep dan Kota Kediri masing-masing sebesar 0,52 persen, disusul oleh Kota Madiun sebesar 0,51 persen, Kota Probolinggo 0,47 persen, Kota Malang 0,45 persen, Kabupaten Jember 0,31 persen, Kota Surabaya 0,26 persen, sedangkan inflasi terendah terjadi di Kabupaten Banyuwangi sebesar 0,25 persen. Inflasi sebesar 0,31 persen yang dialami Jember ini dibawah inflasi provinsi dan inflasi nasional. Untuk Provinsi Jawa Timur mengalami inflasi sebesar 0,33 persen dan nasional mengalami inflasi sebesar 0,47 persen.

Indria menambahkan, komoditas yang memberikan andil terhadap terjadinya inflasi di Jember antara lain bawang merah, rokok kretek filter, jeruk, minyak goreng, cabai merah dan tarif pulsa ponsel. Untuk bawang merah menjadi komoditas penyumbang inflasi di semua kota IHK di Jawa Timur. Bahkan, dari 8 kota IHK, bawang merah menjadi komoditas penyumbang inflasi tertinggi di 7 kabupaten dan kota di Jawa Timur termasuk di Kabupaten Jember. Faktor cuaca menjadi salah satu penyebab melonjaknya harga-harga produk holtikultura seperti bawang merah dan cabai. (Fit)

 

 

 

 

Comments are closed.