Jember Hari Ini – Persentase angka kemiskinan makro di Kabupaten Jember turun dibandingkan tahun lalu. Jumlah warga miskin yang semula 270.400 jiwa, kini turun menjadi 269.540 jiwa, atau turun 0,05 persen. Demikian hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) yang disampaikan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Jember di kantor BPS, Kamis siang.
Menurut Kepala BPS Jember, Indria Purwaningsih, konsep penghitungan angka kemiskinan berdasarkan kemampuan sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan non makanan. Penduduk masuk dalam kategori miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per bulan dibawah garis kemiskinan. Komponen menghitung angka kemiskinan berdasarkan jumlah pengeluaran, bukan pendapatan.
Sesuai rekomendasi FAO dan WHO, penghitungan angka garis kemiskinan berdasarkan pengeluaran yang setara dengan 2.100 kilo kalori. Angka garis kemiskinan di Kabupaten Jember setara dengan uang sebesar Rp 283.510. Dengan demikian, persentase penduduk miskin sebesar 11,22 persen. Sedang persentase penduduk miskin tahun 2014 sebesar 11,28 persen. Dengan angka tersebut, angka kemiskinan di Kabupaten Jember turun sebesar 0,05 persen.
Menurut Indria sejumlah kebijakan yang telah diterapkan pemerintah baik pusat maupun daerah, turut memberikan andil terhadap turunnya angka kemiskinan di Kabupaten Jember. (Fit)
