Jember Hari Ini – Terdapat 70 titik retakan dan rawan longsor dari wilayah Kecamatan Tanggul hsampai Kecamatan Silo. Jika tidak segera diantisipasi, dikhawatirkan terjadi tanah longsor.
Administratur KPH Perhutani Jember, Johan, menyatakan, 70 titik retakan itu berada di kawasan perhuitani dan perkebunan yang lokasinya justru tidak terhubung. Setiap titik retakan antara 20 meter hingga 200 meter lebih. Hal ini perlu dilakukan inventarisasi yang melibatkan tim ahli dan akademisi. Perhutani juga meminta Pemkab Jember serius memperhatikan retakan tersebut. Jika tidak, kata Johan, retakan akan semakin parah karena tergerus air sungai dan air hujan. Johan khawatir retakanĀ itu mengancam areal persawahan maupun pemukiman penduduk.
Sementara Wakil Ketua DPRD Jember, Ayub Junaidi, saat mengunjungi retakan di Kalijjompo berjanji segera mengundang para pihak terkait untuk proses atisipasi. Ayub tidak ingin kasus banjir bandang yang terjadi tahun 2006 silam terulang kembali. (Fath)
