Jember Hari Ini – Kepala Dinas PU Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Jember, Rasyid Zakaria, menilai aksi penambalan jalan berlubang yang dilakukan komunitas Gerebek Sedekah aksi provokatf. Demikian ditegaskan Rasyid Zakaria, usai saat rapat dengar pendapat bersama Komisi C DPRD Jember, Senin siang.
Menurut Rasyid, meski banyak jalan di Kabupaten Jember yang rusak, namun aksi yang dilakukan komunitas Gerebek Sedekah dengan menambal jalan berlubang dengan semen tidak bisa dibenarkan. Tindakan tersebut justru membahayakan pengendara, sebab untuk memperbaiki jalan harus ada kajian konstruksi jalan. Rasyid mengajak komunitas Gerebek Sedekah bersama-sama dengan DPU Bina Marga dan Sumber Daya Air menambal jalan dengan material yang sudah disediakan.
Sementara Bupati Jember, Faida, justru mengapresiasi langkah komunitas Gerebek Sedekah yang menambal jalan yang rusak secara swadaya tanpa menunggu program pemerintah. Upaya itu, kata Bupati Faida, bentuk kepedulian masyarakat karena Jember milik semua warga. Namun Bupati Faida berharap kepedulian ini dilakukan dan dikoordinasikan dengan instransi terkait. Bahkan, jika perlu masyarakat mengajak dinas terkait untuk berpartisipasi sehingga gotong-royong tersebut tidak tidak membahayakan.
Menurut Bupati Faida, Sikap Dinas Pu Bina Marga dan Sumber Daya Air melarang masyarakat menambal sendiri jalan berlubang, lebih karena pertimbangan teknis perawatan jalan. Perbaikan dan penambalan jalan yang berlubang yang menjadi tanggung jawab Dinas PU Bina Marga dan Sumber Daya Air harus sesuai standar keselamatan. (Fian)
