Turunnya Harga Beras Bulan Maret Lalu Memicu Angka Deflasi Sebesar 0,15 Persen

Jember Hari Ini – Turunnya harga beras bulan Maret lalu, memicu angka deflasi di Kabupaten Jember sebesar 0,15 persen.

Menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jember, Indriya Purwaningsih, komoditas yang memberikan andil terbesar terjadinya deflasi di Jember yakni beras karena Maret lalu terjadi musim panen raya di beberapa wilayah di Kabupaten Jember. Panen raya menyebabkan harga Gabah Kering Sawah di tingkat petani mulai Februari hingga Maret mengalami penurunan dari Rp 4.100,- menjadi Rp 3.700,- per kilogram. Bahkan, harga gabah di lapangan di bawah Harga Pembelian Pemerintah yakni sebesar Rp 3.500,- per kilogram. Turunnya harga gabah juga berdampak pada harga beras di pasar tradisional mulai bulan Maret mengalami penurunan harga sebesar 1,48 persen, terutama beras kualitas medium mengalami penurunan harga Rp 500,- per kilogram. Sedangkan komoditas yang memicu inflasi di Jember diantaranya, tarif listrik, harga rokok, bensin, cabai rawit, minyak goreng, dan daging ayam.

Sementara perwakilan Bank Indonesia Cabang Jember, Lukman Hakim menyambut baik terjadinya deflasi pada bulan Maret. Lukman menjelaskan, deflasi pada bulan Maret di luar dugaan, yang sebelumnya diprediksi bakal terjadi inflasi. Bahkan, Lukman memprediksi akan terjadi deflasi karena turunnya harga cabai bulan ini. (Fit)

Comments are closed.