Seminggu Jelang Penertiban PKL Kampus, Pemkab Belum Miliki Konsep yang Jelas

Mashuri Hariyanto (kemeja biru) saat mendatangi PKL kampus.

Jember Hari Ini – Seminggu menjelang pembangunan saluran air dan trotoar yang ditindaklanjuti dengan relokasi Pedagang Kaki Lima,  belasan perwakilan Pedagang Kaki Lima Jalan Jawa, Jalan Kalimantan dan Jalan Mastrib mengaku kebingungan dengan rencana relokasi Pedagang Kaki Lima. Pasalnya, meski relokasi tinggal menghitung hari, Pemkab Jember tidak pernah melakukan sosialiasi kepada Pedagang Kaki Lima.

Pedagang rujak yang berjualan sejak tahun 2007, Yamjani, menuturkan, selama ini Pemkab dan Universitas Jember tidak pernah memberikan sosialisasi terkait rencana penggusuran PKL. Padahal, mayoritas PKL tidak memiliki pekerjaan lain. Mereka berjualan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Yamjani mengaku keberatan jika Pedagang Kaki Lima Jalan Jawa direlokasi ke tempat yang terlalu jauh. Apalagi dirinya tidak memiliki kendaraan sehingga setiap hari harus berjalan kaki dari rumahnya di Gebang menuju ke tempat jualannya di Jalan Jawa.

Menurut Ketua Komisi A DPRD Jember, Mashuri Hariyanto, setelah melakukan pengecekan lapangan, ternyata Pemkab belum pernah memberikan sosialisasi kepada Pedagang Kaki Lima sehingga para PKL tidak memiliki persiapan ke mana mereka harus pindah. Apalagi hingga saat ini Pemkab tidak memiliki konsep yang jelas terkait rencana relokasi PKL kampus. Hasil temuan Komisi A dan keluhan para Pedagang Kaki Lima akan dilaporkan kepada pimpinan DPRD Jember. Dalam waktu dekat, pimpinan DPRD akan kembali memanggil Organisasi Perangkat Daerah terkait.

Mashuri menambahkan, jangan sampai material pembangunan yang dibeli dari uang rakyat, justru dimanfaatkan oleh Pemkab untuk menghentikan mata pencaharian rakyat. (Fian)

Comments are closed.