Jember Hari Ini – Badan Anggaran DPRD Jember mempertanyakan sejumlah program kerja Organisasi Perangkat Daerah, salah satunya penambahan alokasi anggaran untuk perlengkapan kantor dan mebeler. Pasalnya, hingga awal September ini, serapan Bagian Pembangunan masih sekitar 17 persen.
Anggota Badan Anggaran DPRD Jember, Agus Widiyanto, mengkritik usulan penambahan anggaran perlengkapan kantor dan pengadaan mebeler yang awalnya RP 200 juta menjadi Rp 1 miliar. Padahal, kata Agus, bupati adalah orang yang suka memakai barang atau aset yang masih layak pakai, seperti kursi dan meja,,
Hal senada disampaikan anggota Badan Anggaran DPRD lain, Ardi Pujo Prabowo. Ardi mengkritik usulan penambahan anggaran perlengkapan kantor hingga Rp 1,8 miliar. Ardi mengaku khawatir, usulan penambahan anggaran ini justru akan menambah Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA), mengingat waktu pelaksanaan yang sangat mepet akhir tahun anggaran.
Sementara Kepala Bagian Pembangunan Pemkab Jember, Sugiarto Abdul Gani, menjelaskan, penambahan alokasi anggaran pengadaan mebeler untuk membeli seribu kursi yang nantinya digunakan di aula PB Sudirman Pemkab. Sebab, selama ini jika ada acara sering kekurangan kursi, akhirnya mengambil kursi dari pendopo dan mengeluarkan biaya tambahan untuk honor tenaga yang memindahkan kursi.
Sementara untuk perlengkapan kantor, Sugiarto menjelaskan penambahan anggaran hingga Rp 1,8 miliar, diantaranya untuk membeli radio komunikasi untuk pengamanan, baik radio RIG maupun radio HT. Peralatan tersebut digunakan untuk komunikasi pemkab dengan kodim 0824 Jember. (Fian)

