
Para aktivis mengumpulkan buku IPS kelas 6 SD dan sejumlah tulisan pengakuan Yerussalem sebagai ibukota Israel.
Jember Hari Ini – Sejumlah aktivis dan pengamat pendidikan, Rabu siang, menggelar aksi protes dengan membakar buku IPS kelas 6 SD yang menyebut Yerussalem sebagai ibu kota Israel. Mereka menilai negara tidak hadir dan tidak menjalankan fungsi dalam mengawasi pendidikan di Indonesia.
Salah satu orator aksi, Fathur Rozy, mengaku terkejut ditengah gencarnya upaya berbagai negara di dunia mengecam keras pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengklaim Yerussalem sebagai ibu kota Israel justru beredar buku yang menyebut Yerussalem sebagai ibukota Israel. Bahkan dalam buku untuk siswa SD tersebut, ibukota Palestina diduga sengaja dihilangkan. Sebagai bentuk protes atas kelalaian pemerintah terhadap dunia pendidikan, aliansi masyarakat peduli pendidikan membakar buku yang diterbitkan penerbit buku Yudhistira yang menyebut Yerussalem sebagai ibukota Israel. Mereka meminta pemerintah segera menarik buku tersebut dari peredaran. Sebab, jika dibiarkan akan semakin banyak penerus bangsa yang disesatkan pemahamannya.
Sementara praktisi pendidikan Kabupaten Jember, Azkiya, menegaskan, buku pelajaran IPS kelas 6 SD yang menyebut Yerussalem sebagai ibukota Israel sudah terbit tahun 2011 lalu. Sementara pengakuan Presiden Amerika Serikat Donal Trump baru mencuat akhir-akhir ini. Azkiya menilai negara tidak hanya kecolongan, namun negara sudah tidak berfungsi dalam memantau pendidikan di negara ini. Azkiya meminta pemerintah tidak hanya menarik buku tersebut dari peredaran. Namun pemerintah harus tegas memanggil penerbit, penulis, bahkan Menteri Pendidikan yang menjabat saat buku tersebut pertama kali diterbitkan.
Azkiya mengaku tidak bisa membayangkan berapa juta siswa yang menjadi korban akibat keteledoran pemerintah tersebut. Kedepannya Azkiya meminta pemerintah tidak hanya tegas menolak pengakuan sepihak oleh Amerika Serikat. Tetapi juga melakukan kontrol di semua sektor, terutama sektor pendidikan. (Fian)
