Jember Hari Ini – Banyaknya pelajar di Kabupaten Bondowoso yang kecanduan gawai, memicu keprihatinan ditengah masyarakat. Bahkan, saat ini Kabupaten Bondowoso masuk kategori darurat gawai. Sejumlah pemangku kebijakan di dunia pendidikan di Bondowoso, Senin pagi, menggelar rembug pendidikan terkait problematika penggunaan gawai di kalangan pelajar di aula Endra Dharmalaksana Polres Bondowoso.
Menurut Kapolres Bondowoso, AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi, untuk mengatasi kecanduan gawai, seluruh pihak harus terlibat. Termasuk kepolisian harus berperan dalam sosialisasi mencegah penyalahgunaan gadget. Karena penyalahgunaan gadget ujung ujungnya juga memicu tindak pidana.
Ketua Dewan Pendidikan Bondowoso, Syaeful Bahar, menegaskan, di Kabupaten Bondowoso penggunaan gawai sangat meresahkan. Pelajar di Bondowoso cenderung tidak terlalu peduli dengan kehidupan sosial, karena mereka sibuk dengan gawainya sehingga dewan pendidikan merekomendasikan untuk membatasi penggunaan gawai di sekolah. Dewan pendidikan bersama polres akan melakukan kampanye besar-besaran tentang darurat gawai di Bondowoso.
Seperti diketahui, dua pelajar Bondowoso didiagnosa kecanduan gawai, sampai harus menjalani perawatan psikiater Rumah Sakit Daerah Dokter Koesnadi Bondowoso. Polres Bondowoso juga melakukan penyidikan terhadap dua remaja di Bondowoso terkait dugaan pelanggaran Undang-Undang ITE. (Rahmat)

