Aktifitas Penambangan Liar Sulit Dibersihkan

Demikian disampaikan Administratur Perhutani Jember, Nanang Sugiharo, usai rapat dengar pendapat bersama Komisi B DPRD Jember dan beberapa Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH).

Nanang menjelaskan, saat ini di lahan seluas dua hektare di wilayah Gunung Manggar, ada sekitar 40 lubang galian liar. Lubang itu digali untuk aktifitas penambangan 10 hingga 12 orang. Proses penggalian lubang dilakukan penambang liar pada malam hari, sehingga Perhutani kewalahan.
 
Nanang menambahkan, Perhutani melibatkan TNI dan Polri untuk mengembalikan lubang yang telah digali. Karena galian yang dilakukan oleh penambang liar akan merusak ekosistem di sekitar Gunung Manggar.

Bahkan dampak perusakan lingkungan itu sudah sudah dirasakan masyarakat saat hujan lebat beberapa hari yang lalu. Erosi dan tanah longsor terjadi di kawasan Gunung Mangar.

Perhutani belum bisa mensterilkan para penambang liar. Saat ini Perhutani bekerjasama dengan Polsek dan Koramil melakukan penjagaan agar para penambang liar tidak melakukan pengalian lagi. (Ulung)

Comments are closed.