Jember Hari Ini – Tertutupnya akses informasi anggaran di Jember mengindikasikan potensi penyimpangan anggaran, bahkan bisa dikatakan indikasi kasus korupsi. Demikian ditegaskan Ketua Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Jatim, Ahmad Dahlan, usai workshop liputan investigasi yang digelar Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Jember, di hotel Jalan Gatot Subroto, Sabtu siang.
Dahlan menegaskan, hingga saat ini FITRA Jatim sangat sulit mengakses data anggaran di Kabupaten Jember. Menurut Dahlan, wajar jika Komisi Informasi memberikan peringkat rendah kepada Kabupaten Jember terkait keterbukaan informasi kepada masyarakat. Tertutupnya akses informasi anggaran di suatu daerah, mengindikasikan kasus korupsi. Dahlan mencontohkan, sejumlah daerah seperti Kabupaten Jombang, Batu, dan Bangkalan yang informasi anggarannya sangat tertutup akhirnya menjadi temuan kasus korupsi.
Dahlan menambahkan, kasus tersebut terjadi akibat cara pandang pemerintah daerah yang menganggap data APBD merupakan rahasia negara. Padahal sesuai ketentuan, justru Pemkab seharusnya menginformasikan data APBD secara terbuka dan transparan. (Fian)
