Hal itu ditegaskan Wakil Koordinator Buruh PDP Kahyangan Jember, Dwi Agus Budianto, Senin pagi, setelah mendatangi Komisi D DPRD Jember.
Menurut Dwi Agus, saat peringatan Hari Buruh 1 Mei lalu mereka mencopot banner tuntutan mundur Direktur PDP dan menghentikan aksi mogok massal karena direksi menjanjikan dialog dengan buruh. Ternyata hingga saat ini Direktur PDP belum pernah membuka ruang dialog itu. Bahkan direksi diduga meginitimidasi dan menebar ancanam kepada sejumlah koordinator buruh, seperti kepada koordinator buruh Sumberwadung, Sumberpandan.
Karena tidak adanya itikad baik itulah para buruh memberikan batas waktu hingga awal Juni mendatang. Jika tidak ada komunikasi dari direksi, seluruh buruh akan kembali aksi mogok masal.
Menyikapi polemik di tubuh PDP itu, Anggota Komisi D DPRD Jember, Abdul Ghofur, meminta Pemkab Jember segera menindaklanjuti permintaan buruh agar PDP Kahyangan bisa berjalan kodusif dan target perusahaan bisa tercapai.
Semenatara itu Direktur Utama PDP Kahyangan, Sujatmiko, belum berhasil dikonfirmasi. (Ulung)
