Jember Hari Ini – Ketua PGRI Jember, Supriyono, mempertanyakan rencana Pemkab menggunakan jumlah siswa sebagai indikator pemberian honor Guru Tidak Tetap (GTT).
Menurut Supriyono, seharusnya honor Guru Tidak Tetap di wilayah pedesaan sama dengan honor guru tidak tetap di wilayah kota. Hal ini ditegaskan Supriyono karena Pemkab Jember berencana menggunakan data jumlah siswa untuk menentukan honor Guru Tidak Tetap yang bersumber dari dana BOS dan dana Program Pendidikan Gratis (PPG). Jika Pemkab menggunakan indikator jumlah siswa, besar kemungkinan guru tidak tetap di desa jumlah honornya lebih kecil. Sementara beban kerja Guru Tidak Tetap di wilayah pedesaan justru lebih berat.
Menurut Supriyono, Pemkab Jember seharusnya menggunakan indikator masa kerja dan beban kerja, bukan julah siswa. Dia berharap Guru Tidak Tetap yang mengabdi puluhan tahun di sekolah pinggiran maupun di kota mendapatkan honor yang sama. (Fian)
