Kecewa Pelayanan Puskesmas, Warga Desa Pakis Bawa Pulang Anaknya

Selama dua hari anaknya rawat inap di Puskemas Panti, belum sekalipun ada dokter yang memeriksanya, padahal Dwi Apriano yang masih berusia 14 tahun menderita gejala thypus. Yang lebih mengecewakan Baidowi, mulai Selasa sore kemarin hingga tadi pagi infus kosong di tangan Dwi Apriano tidak dicopot. Karena khawatir kondisi anaknya lebih buruk, Baidowi nekat membawanya pulang. Selama dua hari dirawat tanpa dokter dan infus kosong yang terlambat dicopot, Baidowi sudah menghabiskan biaya Rp. 1 juta.

Menurut Kepala Bagian Tata Usaha Puskesmas Panti, Abdul Holis, sejak September 2012, Puskesmas Panti memang tidak mempunyai dokter sekaligus Kepala Puskesmas, sehingga untuk pengelolaan Puskesmas Panti diambil alih oleh Kepala Puskesmas Rambipuji. Sejak saat itu pula, jadwal kunjungan dokter ke Puskesmas Panti hanya dua kali seminggu bahkan seringkali hanya seminggu sekali.

Untuk perawatan pasien,Puskesmas hanya bisa berkonsultasi dengan dokter via telepon sehingga bentuk perawatan dan obat yang harus diberikan kepada pasien sesuai dengan arahan dan perintah dokter. (Ulung)

Comments are closed.