Jember Hari Ini – Rencana pemerintah yang tidak memberi kesempatan jalur khusus bagi Guru Tidak Tetap (GTT) menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), memicu reaksi dari PGRI Jember.
Ketua PGRI Jember, Supriyono, menilai jika rencana itu diterapkan, maka pemerintah berlaku dzolim kepada Guru Tidak Tetap atau honorer. Selama ini menurutnya, yang mengisi kekurangan guru di beberapa daerah termasuk Jember adalah Guru Tidak Tetap. Mereka bertahun-tahun mengabdi penuh untuk kemajuan pendidikan. Undang-undang juga mengamanatkan bahwa pelayanan pendidikan menjadi kewajiban pemerintah yang salah satunya penyediaan tenaga pendidik yang berkualitas dan merata. Jika sekarang pemerintah tidak memberikan ruang bagi Guru Tidak Tetap ikut seleksi PNS, sangat tidak adil bagi Guru Tidak Tetap. Saat mereka membutuhkan perhatian, pemerintah justru mengabaikan mereka. Mereka rela mengajar dengan bayaran yang relatif kecil dengan harapan bisa diangkat menjadi CPNS.
Regulasi untuk menjadi Aparatur Sipil Negara bagi guru, kata Supriyono, tidak memberi ruang dan kesempatan bagi Guru Tidak Tetap yang telah lama mengajar karena adanya pembatasan usia maksimal 35 tahun. Sementara kondisi Guru Tidak Tetap di Jember sangat memprihatinkan karena kesejahteraannya hanya bersumber dari program BOS yang besarannya sangat jauh dibawah UMK, yakni sekitar Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu per bulan. (Fathul)

