Tiga orang diantaranya ditangkap karena membawa senjata tajam berupa celurit dan pedang saat menghadiri prosesi pemakaman Eko Mardi Santoso, korban kerusuhan Rabu sore kemarin (11/9).
Kesepuluh orang yang dimintai keterangan adalah para pihak yang diduga turut serta dan mengetahui peristiwa perusakan maupun pembacokan Eko Mardi dari dua kelompok yang bertikai.
Kapolda Jawa Timur Irjen Unggung Cahyono mengaku terus menyelidiki pelaku perusakan masjid, pemondokan, rumah Habib Ali dan puluhan sepeda motor di lingkungan Ponpes Darus Sholihin tersebut.
Diberitakan Prosalina FM sebelumnya, saat berlangsung karnaval para siswa dan santri Ponpes Darus Sholihin, ratusan massa menerobos barigade polisi dan merusak fasilitas ibadah dan sekolah tersebut.
Tidak berselang lama, puluhan massa dari kelompok berbeda membacok Eko Mardi Santoso keponakan Ustad Fauzi yang berada di sekitar Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Puger. (Fathul)
