Audiotorial “Jambesari Terisolir”

Muspika Sumber Baru  sangat berharap Pemkab Jember segera turun tangan memulihkan isolasi yang dialami warga desa Jambesari. Warga terisolir menyusul banjir bandang akibat guyuran hujan 10 Desember lalu. Curah hujan yang cukup tinggi telah memutuskan jalan yang menghubungkan Desa Jambesari dengan Kecamatan Tiris Probolinggo.

Kapolsek Sumberbaru, AKP Subagio, menerangkan, jika isolasi tidak segera dibuka maka aktivitas warga setidaknya tersendat, karena untuk tetap berkegiatan warga harus melambung sejauh 10 kilo meter.

Manajemen bencana adalah serangkaian usaha pencegahan, mitigasi kesiapsiagaan, tanggap darurat dan pemulihan yang berkaitan dengan peristiwa bencana. Tujuannya, untuk mengurangi resiko dan kerugian serta mempercepat pemulihan pasca kejadian. Jadi, manajemen bencana adalah ikhtiar yang meliputi tindakan sebelum dan setelah bencana.

Mengapa proses pemulihan mesti berjalan cepat…? Jawabannya sederhana, agar warga yang tertimpa bencana tidak larut dalam kesedihan dan kepedihan yang berkepanjangan. Mempercepat proses pemulihan berarti mengembalikan warga kepada aktivitas sehari-sehari. Aktivitas itu meliputi sekurang-kurangnya kegiatan sosial dan kegiatan ekonomi. Pemulihan menjadi sangat penting, karena ketika warga yang tertimpa dan terdampak bencana tak segera dipulihkan, maka mereka sejatinya mengalami musibah untuk kedua kalinya.

Jadi, jika Muspika Kecamatan Sumber baru minta, mungkin dengan nada mendesak, agar Pemkab segera memulihkan jalan desa yang terputus, bisa dipastikan permintaan itu dimaksudkan agar warga di sana bisa segera beraktifitas seperti sedia kala. Pemulihan aktivitas bagi warga Jambesari adalah seuatu. Secara psikologis pemulihan mengembalikan semangat dan rasa percaya diri. Secara sosiologis, pemulihan membuat mereka merasa kembali utuh sebagai entitas sosial. Secara ekonomi, pemulihan mengangkat mereka dari keterpurukan.

Akhirnya, harapannya adalah penentu kebijakan mendengar lantas merespon dengan segera permintaan Muspika Sumber baru. (Aga)

Comments are closed.