Puluhan Hektar Lahan Sawah pada 3 Kecamatan Alami Kekeringan

Salah seorang petani Ahmad Burhan mengatakan, sejak 2 minggu yang lalu petani di desanya mulai kesulitan pasokan air. Bahkan tanaman jagung petani yang berusia 1 bulan terancam gagal panen.

Tidak ada yang bisa dilakukan petani kecuali diam di rumah dan menunggu pasokan air kembali normal.

Menurut Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jember Jumantoro mengatakan, kekeringan tahun ini lebih parah dari tahun lalu.

Selain di Jombang, wilayah kecamatan Arjasa dan Jelbuk juga mengalami kekeringan serupa dengan luasan lahan rata-rata 10 hektar.

Petani Arjasa dan Jelbuk kemudian memakai pipa air yang digerakkan mesin diesel. Pipa air itu diletakkan di sumber air dan dialirkan secara bergantian ke sawah-sawah yang kering. Jumantoro meminta Pemkab Jember melakukan upaya tanggap darurat.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Jember Hari Wijayadi hingga Selasa sore belum berhasil dikonfirmasi. (Ulung)
 

Comments are closed.