Jelang Penerimaan CPNS Aksi Calo di Jember Semakin Marak

Hal ini dipaparkan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jember Miati Alfin, saat menerima laporan dari tenaga honorer kategori dua atau K-2 terkait adanya calo CPNS. Informasi yang dihimpun BKD menyebutkan, calo tersebut mematok harga berkisar antara 25 hingga 30 juta rupiah agar tenaga honorer bisa lolos seleksi CPNS tahun ini.

Untuk mengantisipasi maraknya calo CPNS, BKD membuka informasi seluas-luasnya kepada pelamar umum dan tenaga honorer K-2 yang mengikuti ujian tulis CPNS bersamaan dengan peserta jalur umum.

Tidak semua tenaga honorer K-2 bisa diangkat jadi CPNS. Jika mereka lolos seleksi ujian dan memiliki passing grade yang tinggi dibandingkan daerah lain, tidak tertutup kemungkinan mereka bisa diangkat jadi CPNS dengan persentasi 30 persen secara nasional.

Selain tenaga honorer, pelamar CPNS umum juga bias menjadi sasaran para calo sehingga keberadaan mereka perlu diwaspadai. Miati menghimbau pelamar jalur umum dan tenaga honorer K-2 tidak mudah percaya  dengan calo yang mengaku bisa meloloskan mereka menjadi CPNS.

Ketua Komisi A DPRD Jember Mohammad Jufriadi mengatakan, BKD harus menindak tegas apabila ada oknum PNS yang terbukti kuat menjadi calo karena hal itu sangat merugikan masyarakat. (Hafit)
 

Comments are closed.