Audiotorial “Bursa Inovasi Desa”

Penyelanggaraan Bursa Inovasi Desa (BID) sepertinya sudah bisa dbilang ajeg. Agenda ini antara lain dimaksudkan sebagai forum pertukaran pengalaman dan pengetahuan, terutama yang menyangkut inovasi desa. Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa, Gatot Harsono, menerangkan dari BID diharapkan bermunculan inovasi pengembangan dan pemberdayaan desa. Dari BID juga diharapkan orientasi pembangunan desa tidak melulu diarahkan pada pembangunan fisik, melainkan juga non fisik. Beberapa desa, tambah Gatot Harsono, sudah memperlihatkan inovasi yang bakal memperkaya progam pembangun desa. Pengayaan terjadi lantaran program pembangunan desa mulai memikirkan sejumlah hal yang menyangkut peningkatan kualitas SDM, semisal program pencegahan stunting dan program desa ramah anak.

Begitu memang seharusnya, orientasi yang berlebihan pada pembangunan fisik, dalam kurun waktu tertentu bisa menjadi bom waktu. Bukan hanya kualitas SDM yang diperkirakan bakal merosot, tetapi juga peradaban. Program desa ramah anak adalah contoh paling gampang. Siapapun akan mengatakan program ini adalah program yang bertalian dengan perilaku masyarakat hingga di unit paling kecil yakni keluarga. Sedang perilaku sosial erat kaitannya dengan moral dan etika. Di sana ada pranata dan tata krama yang membawa masyarakat pada peradaban yang akan menabukan setiap perilaku yang bertentangan dengan nilai-nilai moral.

Peradaban juga berbicara tentan bagaimana menyelesaikan persoalan dengan cara-cara yang jauh dari situasi mengancam kohesi sosial masyarakat. Sebegitu rupa sehingga rembug desa terjaga dan terpelihara. Peradaban juga berbicara tentang bagaimana perencanaan pembangunan disusun dan dirumuskan yang oleh karena itu kemudian mengakomodasi kepentingan dan hajat masyarakat desa. Bukan kepentingan sekelompok atau segolongan warga.

Akhirnya, orientasi pembangunan desa yang menyelaraskan pembangunan fisik dan non fisik menjadi sangat penting. Dengan keseimbangan itu kelak desa juga menjadi sumber SDM berkualitas. Sejalan dengan itu, kesejahteraan masyarakat desa meningkat dan uang miliaran rupiah yang digelontorkan ke desa menjadi tidak sia-sia. (Aga)

 

Comments are closed.