Informasi yang dihimpun Prosalina di sejumlah KUA di Kabupaten Jember, hingga saat ini tidak ada buku nikah yang tersedia.
Kepala Kantor Kementrian Agama di Jember, Rosyadi Badar membenarkan tidak tersedianya buku nikah tersebut. Bahkan mulai Agustus lalu, Kantor Kementrian Agama Jember sudah memesan buku nikah ke Kantor Kementrian Agama Pusat. Pemesanan kembali dilakukan bulan September lalu namun hingga saat ini buku nikah yang dibutuhkan belum tersedia.
Sementara ini, pihak Kantor Urusan Agama (KUA) membuat surat keterangan nikah dengan nomor register yang tercatat. Sehingga ketika surat nikah diterima Kantor Kementrian Agama, langsung bisa disalin ke buku nikah.
Kantor Kementrian Agama Jember mendapat informasi, bahwa buku nikah sudah mulai bisa diambil di Kantor Kementrian Agama Wilayah Jawa Timur, Senin (28/10) pekan depan. Karena itu, Kepala Bagian Urusan Agama Islam Kemenag Jember masih akan mengambil ke Kanwil Jatim.
Rosyadi mengaku tidak mengetahui mengapa distribusi buku nikah sangat terlambat. Kasus kehabisan buku nikah, hampir terjadi di seluruh wilayah di Indonesia. Keterlambatan pencairan dana pengadaan, menyebabkan pengiriman buku nikah dari Jakarta ikut terlambat. (Hafit)
