Menurut Bambang, fluktuasi perubahan nilai tukar rupiah terhadap dolar dikhawatirkan menambah jumlah warga miskin baru.
Sementara itu, hingga jelang pertengahan November ini, jumlah pasien miskin yang menggunakan SPM sekitar 4.000 orang. Dana SPM yang tahun ini disediakan Rp. 10 milyar lebih, diperkirakan defisit Rp. 300 juta. Karena itu, tahun depan anggaran SPM disetujui Rp. 13 milyar.
Bambang menambahkan, penerapan anggaran Jamkesda non kuota, masih menggunakan sistem sharing. Pemkab menyediakan 60 persen biaya, sedangkan 40 persen sisanya ditanggung pasien.
Anggota Komisi D DPRD Jember, dokter Yuli Priyanto membenarkan besaran anggaran dana SPM. Tujuannya, agar pemkab tidak kekurangan anggaran dalam melayani pasien SPM. (Hafit)
