Padahal, PAD PDP tahun ini Rp. 6 milyar. Bahkan tahun-tahun sebelumnya PDP pernah menyetor Rp. 10 milyar.
Menurut Ketua Komisi C DPRD Jember, Mohammad Asir, merosotnya target pad PDP itu karena akan ada peremajaan pohon karet dan kopi pada 1.000 hektar lahan PDP. Selain itu, karena faktor cuaca yang menyebabkan kualitas produk milik PDP tidak terlalu bagus sehingga harganya menurun.
Sementara, produk-produk PDP hanya dijual mentahnya saja. PDP belum memiliki alat teknologi yang bisa mengolah kopi, karet, atau kakao menjadi bahan setengah jadi atau bahan jadi.
Asir mengusulkan agar PDP bekerjasama dengan Universitas Jember melakukan kajian akademis untuk revitalisasi PDP.
Sementara itu, Direktur Utama PDP Kahyangan, Sujatmiko saat hendak dikonfirmasi di kantornya, sedang tidak berada di tempat. (Ulung)
