Jember Hari Ini – Gara-gara mengenakan atribut perguruan silat saat ngabuburit, 4 orang pemuda diserang kelompok perguruan silat di Desa Sukorejo Bangsalsari.
Menurut Kepala Urusan Pembinaan dan Operasional Satreskrim Polres Jember, Iptu Sholekhan Arief, korban terluka bernama Wahyudi harus dilarikan ke RSD Balung karena luka serius di kepala. Sedangkan korban lain bernama Fauzi mengalami luka pada bagian pelipisnya. Arief menjelaskan, peristiwa pengeroyokan terjadi saat korban mengendarai motor untuk ngabuburit di ruas jalan Desa Sukorejo Kecamatan Bangsalsari. Satu diantaranya mengenakan atribut salah satu perguruan silat. Namun ditengah jalan, mereka berpapasan dengan kolompok perguruan silat lain sehingga anggota kelompok pesilat ini melakukan penghadangan dan memaksa mereka melepas kaos yang berlogo kelompok silat yang dipakainya. Korban dan keponakan serta dua rekannya menolaknya, tetap mempertahankan diri sehingga terjadi pengegoyokan.
Arief menduga motif pengeroyokan itu karena memakai atribut pesilat. Akibat peristiwa tersebut 2 korban mengalami luka serius, Wahyudi mengalami luka di bagian kepala atas dan pelipis kanan dan kiri dan robek di kepala bagian belakang. Sedangkan keponakan korban yang bernama Muhammad Fauzi juga menderita luka di bagian dahi. Tersangka terancam dijerat dengan pasal 170 KUHP tentang penganiayaan yang dilakukan secara bersama-sama dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara. (Hafid)

