Jember Hari Ini – Seorang buruh tani bernama Pak Tri, warga Desa Suco Kecamatan Mumbulsari meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan di area persawahan Desa Glundengan Kecamatan Wuluhan, Sabtu pagi. Sementara 14 orang korban lainnya mengalami luka dan sempat dirawat di RSD Balung.
Kapolsek Wuluhan, AKP Solekhan Arief, menceritakan, awalnya mobil pikap dengan nomor polisi DK-8141-HA yang dikemudikan oleh Ghufron, warga Desa Suco Kecamatan Mumbulsari melaju dari arah barat ke timur menuju ke Balung. Pikap tersebut hendak mengantarkan 13 orang buruh tani ke lokasi kerjanya di Karang Duren Kecamatan Balung.
Sesampainya di jalan jurusan Wuluhan-Jenggawah, tepatnya di Dusun Sumberejo Kecamatan Glundengan, pikap tersebut mendahului sepeda motor Suzuki Thunder yang dikendarai oleh Sutego, warga Desa Nogosari Kecamatan Rambipuji. Karena pengendara Suzuki Thunder melaju di tengah jalan, akhirnya pengemudi pikap langsung banting setir ke kanan.
Mobil pikap yang melaju dengan kecepatan tinggi tersebut oleng ke kanan, lalu terjun ke sawah dan terbalik. Sementara 14 orang yang berada di dalam pikap tersebut terlempar keluar. Akibat kejadian itu, seorang penumpang bernama Pak Tri meninggal dunia dengan luka parah di bagian kepala akibat terbentur saluran irigasi.
Sementara 14 orang korban lainnya, termasuk pengendara sepeda motor Suzuki Thunder langsung dibawa ke RSD Balung. Namun, berdasarkan informasi terakhir, sebagian besar korban sudah pulang dari rumah sakit menjalani rawat jalan.
Lebih jauh Arief menjelaskan, kecelakaan tersebut saat ini sudah ditangani Unit Kecelakaan Lalu Lintas Satlantas Polres Jember. Pikap dan sepeda motor yang terlibat sudah dibawa ke Kantor Satpas Polres Jember. (Rusdi)

