Refleksi Akhir Tahun, HKTI Jember Sampaikan 3 Catatan Penting

Aksi penanaman bibit oleh pengurus HKTI Jember.

Jember Hari Ini – Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jember menggelar kegiatan refleksi akhir tahun sekaligus memperingati Hari Jadi Pemerintah Kabupaten Jember ke-94 di Arjasa, Sabtu (31/12/2022).

Puluhan Pengurus Anak Cabang dan Cabang HKTI Jember sepakat memberikan sedikitnya tiga catatan penting untuk pemerintah terkait kondisi petani. Mulai dari terbatasnya akses pupuk bersubsidi, rendahnya serapan padi, hingga beredarnya pupuk abal-abal.

Ketua Badan Pertimbangan Organisasi (BPO) HKTI Jember, Jumantoro, kepada Prosalina mengatakan, poin pertama pihaknya mendesak pemerintah agar mencabut permentan nomor 10 tahun 2022. Permentan Nomor 10 Tahun 2022 dinilai telah menyulitkan petani karena membatasi penerimaan pupuk bersubsidi terhadap sejumlah komoditi tanaman. Dari 70 komoditi yang mendapat subsidi pupuk, kini lewat peraturan tersebut, hanya terbatas pada 9 komoditi.

Poin kedua, kata Jumantoro, petani meminta di tahun 2023 ada jaminan harga saat petani panen. Apalagi, pemerintah sudah memutuskan untuk melakukan impor beras sebanyak 500 ribu ton akan membuat harga padi di Jember anjlok saat panen raya, Februari hingga Maret 2023.

Ketiga, HKTI Jember juga mendorong pemerintah turut mengontrol beredarnya pupuk abal-abal yang merugikan petani ditengah keterbatasan pupuk subsidi. HKTI Jember, katanya, telah menemukan sejumlah pupuk abal-abal dengan harga murah, namun memiliki kadar NPK sangat rendah.

Kegiatan refleksi akhir tahun ini juga mengajak petani agar terus semangat bercocok tanam. Salah satunya lewat pembagian 94 bibit buah unggul, seperti durian jenis Musang King dan alpukat jenis Miki. (Ulil)

Comments are closed.